BREAKING NEWS

Kritik buat Kapolsek Kronjo; Harusnya Musyawarah Dulu, Jangan Main Tangkap saja! ‎

Redaksi.Lensatangerang · 183 Dilihat


‎TANGERANG, lensatangerang.com - Kapolsek Kronjo Polresta Tangerang, IPTU Bayu Sujatmiko mendapat kritik dari Ketua Karang Taruna Kabupaten Tangerang, Abdul Kodir.

‎Kritik dilayangkan Abdul Kodir yang juga anggota DPRD Kabupaten Tangerang terkait penangkapan anggota Karang Taruna Desa yang bertugas jaga tiket masuk wisata Pulo Cangkir, Senin 23 Maret 2026. Mereka dituding melakukan pungli melalui tiket masuk Pulo Cangkir.


‎"Izin Pak Kapolsek Kronjo, ada salam dari Ketua Karang Taruna Bang Abdul Kodir, pesannya, lain kali jika terjadi masalah seperti ini mohon dimusyawarahkan dulu, jangan main tangkap saja!" ujar Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kronjo, H. Abudin menyampaikan pesan Abdul Qodir dalam pertemuan membahas dugaan pungli Pulo Cangkir di Aula Kecamatan Kronjo, Rabu 25 Maret 2026.

‎Hal senada disampaikan Triesno Sergio, mantan Kepala Desa Kronjo. "Tolong Pak Kapolsek, jangan main tangkap lah, minimal beri peringatan dulu jika memang rekan-rekan di bagian tiket diangkap pungli," ujar Triesno.

‎Sebelumnya, pada Senin, Polsek Kronjo menangkap mengamankan 8 orang terkait dugaan pungli di Pulo Cangkir. 

‎"Kita ingin Pulo Cangkir jadi obyek wisata yang besar, dan tidak ada pandangan negatif terhadap wisata ini terkait pungutan liar yang terjadi selama ini dan yang paling penting, Pulo Cangkir bebas pungli," ungkap Kapolsek Kronjo. Saat ini, ke-8 warga itu sudah dibebaskan kembali dengan alasan untuk pembinaan.

‎Sementara Pengelola Pulo Cangkir Abdul Rouf alias Edo membantah jika pihaknya telah melakukan pungli tiket masuk Pulo Cangkir.

‎"Setiap pengunjung yang masuk selalu diberi karcis, untuk mobil Rp20 ribu dan motor Rp10 ribu. Semua atas sepengetahuan Pak Kades Kronjo. Selain itu hasil dari tiket itu untuk santunan yatim setahun dua kali," ujar Edo.

‎Dijelaskan, tujuannya menjadi petugas tiket semata-mata hanya karena ingin membantu dalam masalah sosial, khususnya untuk santunan yatim. "Saya juga sama sekali tidak mengambil keuntungan pribadi, semuanya untuk kegiatan sosial," tegas Edo.

‎Akhmad/Tim

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

DUKUNG JURNALISME INDEPENDEN

Silakan berdonasi secara sukarela
sesuai kemampuan Anda.
Dukungan Anda membantu keberlangsungan LensaTangerang

KLIK UNTUK DONASI