Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri, Gelar "Bimtek" Latih Personel Operasikan Rantis APC Berteknologi Tinggi TA. 2026
0 menit baca
BOGOR LENSATANGERANG – Korps Sabhara (Korsabhara) Baharkam Polri bergerak cepat memperkuat kesiapan personel di lapangan dalam menghadapi potensi konflik sosial dan unjuk rasa anarkis. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peralatan Berteknologi Tinggi Kendaraan Taktis (Rantis) Armored Personnel Carrier (APC) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Selasa (12/5/2026).
Pelatihan skala nasional yang berlangsung tertib pada pukul 08.30 s.d 09.28 WIB ini dibuka langsung oleh Direktur Samapta (Dirsamapta) Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Dr. Mokhamad Ngajib, S.I.K., M.H.. Acara ini turut dihadiri oleh Auditor Utama Sispamobvitnas Tingkat II, Anjak Utama Korsabhara Baharkam Polri, serta jajaran Kasubdit Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri.
Sebanyak 37 personel terpilih ambil bagian dalam bimtek ini. Mereka terdiri dari 36 perwakilan personel jajaran Polda di seluruh Indonesia serta 1 perwakilan dari Detasemen Perintis.
Dalam arahannya, Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri menekankan bahwa penguasaan teknologi rantis merupakan kunci utama dalam mendukung keberhasilan manajemen ketertiban umum (public order management) di era modern.
"Tantangan tugas Sabhara di lapangan semakin kompleks. Penguasaan teknologi rantis APC ini bukan sekadar kemampuan mengemudi, melainkan taktik optimalisasi fitur pertahanan dan mobilisasi guna memastikan keselamatan personel serta masyarakat saat crowd control berisiko tinggi," ujar Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib dalam sambutannya, Selasa (12/5/2026).
Sebagai informasi, armada Mobil APC Korsabhara difungsikan sebagai kendaraan dinas taktis penunjang operasi pengamanan massa. Rantis berlapis baja ini didesain khusus agar mampu menahan terjangan peluru kaliber ringan hingga lemparan benda keras di area konflik.
Dengan kapasitas angkut berkisar antara 8 hingga 12 personel Sabhara, kendaraan taktis berkelir biru tua khas Polri ini sanggup membawa perlengkapan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) dalam jumlah besar, seperti tameng, helm, hingga pelontar gas air mata.
Di lapangan, kendaraan modern seperti Pindad Komodo, Pindad Anoa, Barracuda, dan Turangga ini memegang empat peran krusial:
•Raid & Extract: Melakukan penetrasi cepat ke zona rusuh untuk mengevakuasi korban atau personel yang terjebak.
•Blockade: Berperan sebagai barikade bergerak yang kokoh untuk menghalau massa unjuk rasa yang bertindak anarkis.
•Escort VIP/Obvit: Mengawal pejabat negara serta mengamankan Objek Vital Nasional di daerah rawan gangguan keamanan.
•Patroli Konflik: Menjaga stabilitas kamtibmas melalui patroli skala besar di wilayah rawan konflik sosial dan perbatasan.
Armada taktis ini juga dibekali spesifikasi mutakhir mumpuni, mulai dari lubang tembak (gun port), ban anti-kempis (run flat tyre), lampu sorot berdaya tinggi, sistem pengeras suara luar (public address), hingga opsi water cannon mini.
Melalui pelatihan intensif berteknologi tinggi ini, Korsabhara Baharkam Polri memastikan seluruh jajaran Polda di Indonesia siap mengoperasikan armada taktis secara profesional, terukur, dan humanis. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat dengan semboyan: Siap, Terlihat, dan Bermanfaat.
Redaksi