Warga Kecewa Tak Kebagian Kupon Sembako Murah, HUT Kecamatan Gunung Kaler Dinilai Tak Menyentuh Semua Masyarakat
TANGERANG, lensatangerang.com - Sejumlah warga Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, mengaku kecewa lantaran tidak mendapatkan kupon pembelian paket sembako murah yang digelar pihak kecamatan dalam rangka HUT Kecamatan Gunung Kaler ke-20, Sabtu (25/4/2026).
Kekecewaan warga memuncak setelah mereka datang ke lokasi kegiatan di halaman Kantor Kecamatan Gunung Kaler di bawah terik matahari, namun tidak bisa membeli sembako murah karena tidak memiliki kupon.
Program yang seharusnya membantu masyarakat kecil itu justru menuai sorotan. Warga menilai pembagian kupon tidak transparan, terkesan pilih kasih, dan tidak merata kepada seluruh masyarakat.
“Hanya warga yang punya kupon yang dilayani. Kami yang datang tanpa kupon disuruh pulang,” ujar seorang ibu rumah tangga yang meminta namanya dirahasiakan.
Ia mengaku heran karena dirinya tergolong warga kurang mampu dan tinggal di wilayah Kecamatan Gunung Kaler, namun tidak pernah menerima informasi maupun kupon pembelian sembako murah tersebut.
“Kenapa saya tidak dapat kupon? Padahal saya warga sini dan sangat membutuhkan,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan Nur, warga lainnya. Ia mengaku bingung lantaran tetangganya mendapatkan kupon, sementara dirinya tidak menerima apa pun.
“Heran, tetangga saya dapat kupon, tapi saya sendiri tidak. Padahal sama-sama warga sini,” katanya.
Warga Desa Onyam juga mempertanyakan mekanisme pembagian kupon. Menurutnya, jangan sampai kupon hanya diberikan kepada orang-orang yang dekat atau berada di lingkungan pemerintahan desa.
“Apakah yang dapat kupon hanya orang-orang yang sudah ada di lingkungan pemerintah desa? Kami ini juga warga Gunung Kaler, tapi tidak kebagian,” ujarnya dengan nada kecewa kepada wartawan saat dilokasi pembagian sembako dari pemerintah.
Sebagian warga lainya yang tinggal di Desa Tamiang juga mengaku tidak mengetahui adanya perayaan HUT Kecamatan Gunung Kaler yang digelar di halaman kantor kecamatan. Ia menilai sosialisasi kegiatan kepada masyarakat sangat minim.
“Kami sebagai warga Gunung Kaler justru tidak mengetahui adanya acara HUT kecamatan yang digelar di kantor kecamatan. Tahu-tahu sudah ramai saja,” katanya.
Program sembako murah itu diketahui menyediakan 2.000 paket dengan harga tebus Rp. 43 ribu per paket. Isi paket terdiri dari beras 2 kilogram, gula pasir 1 kilogram, tepung terigu 1 kilogram, dan minyak goreng kemasan 1 liter.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Kecamatan Gunung Kaler terkait mekanisme pembagian kupon, sosialisasi kegiatan, maupun dasar penentuan warga penerima. Warga berharap pihak kecamatan segera memberikan klarifikasi agar kegiatan HUT tidak menimbulkan kekecewaan dan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Akhmad



