BREAKING NEWS

*Kejar Target Akhir Tahun, Proyek Pemeliharaan Pagar UPT PPD Balaraja Yang Dikerjakan Oleh CV Putra Birrul Walidain Diduga Abaikan K3 dan Pengawasan*

SANTANG - Berita Daerah kabupaten Tangerang , Berita Nasional , · 183 Dilihat




 

KABUPATEN TANGERANG - LENSATANGERANG - Proyek pemeliharaan pagar UPT PPD Balaraja senilai Rp316.851.000,00 yang bersumber dari dana APBD Provinsi Banten tahun anggaran 2025, diduga dikerjakan tergesa-gesa demi mengejar target akhir tahun. Akibatnya, keselamatan kerja (K3) diabaikan dan pengawasan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Banten dinilai kurang optimal Serta pelaksana hanya mementingkan kepentingan pribadi,


 

Pantauan di lokasi pada Sabtu, 27 Desember 2025, menunjukkan bahwa para pekerja proyek tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Proyek yang dikerjakan oleh CV Putra Birrul Walidain ini bahkan terkesan seperti "proyek Sangkuriang" karena dikerjakan hingga tengah malam, namun tak kunjung selesai.


 

Saat Kabidkam DPP Perkumpulan Trisula Bakti Nusantara mendatangi lokasi, ia mendapati konsultan pengawas sedang menunggu kedatangan pihak Dinas Perkim Provinsi Banten untuk melakukan Provisional Hand Over (PHO).


 



Menurut Kartusi selaku kabidkam DPP perkumpulan trisula bakti Nusantara , "Sangat disayangkan anggaran begitu besar tanpa adanya pengawasan yang memadai dari Dinas Perkim Provinsi Banten. Pelaksana proyek pun jarang terlihat di lokasi. Papan proyek baru dipasang setelah saya tanyakan, katanya baru selesai dari Dinas Perkim." Ujar Kartusi 


 

Ia juga meminta agar PHO tidak dilakukan sebelum semua pekerjaan selesai dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Ia menyoroti beberapa kekurangan, seperti batu bata yang belum terpasang, pengecatan yang pecah dan tidak merata, serta batu bata yang menempel di dinding tembok yang cacat atau retak.


 



Kartusi Menambahkan. "Ini bukan menelan anggaran kecil, ini proyek anggaran cukup besar jadi pekerjaan harus benar-benar terlihat indah dan rapih."


 

Waktu pelaksanaan proyek yang hanya Tinggal menghitung hari untuk segera selesai sehingga pelaksana memerintahkan para pekerja kerja lembur hingga larut malam, supaya cepat di PHO, tapi hingga akhir tahun pekerjaan belum juga selesai,




Kami meminta pihak dinas perkim provinsi Banten dan konsultan jangan dulu di PHO sebelum pekerjaan selesai, imbuh Kartusi dengan tegas 





Redaksi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

DUKUNG JURNALISME INDEPENDEN

Silakan berdonasi secara sukarela
sesuai kemampuan Anda.
Dukungan Anda membantu keberlangsungan LensaTangerang

KLIK UNTUK DONASI