DIDATA PAS BUTUH SUARA, DILUPAKAN PAS BUTUH BANTUAN! Rumah Ibu Nursiti Sadiah Warga Kampung Kosambi RT 13/06 Desa Pasir Ampo Reot Dan Nyaris Ambruk Kades Dan Camat Tutup Mata
0 menit baca
KRESEK KABUPATEN TANGERANG LENSATANGERANG – Jangan kaget kalau lewat Kampung Kosambi RT 013/06 Desa Pasir ampo Kecamatan kresek. Di sana berdiri “monumen kemiskinan” milik Ibu Nursiti Sadiah rumah kayu keropos, atap bolong, lantai tanah. Sekali hujan, seisi rumah berubah jadi kolam. Sekali angin kencang, sekeluarga siap-siap lari karena takut ambruk. Jumat 30 April 2026
Ibu Nursiti Sadiah cuma bisa pasrah. “Mau benerin pakai apa? Buat makan saja ngos-ngosan,” lirihnya sambil menunjuk plafon yang tinggal rangka.
*Lalu di mana aparat Desa Pasir ampo?*
Setiap tahun ada Musdes. Ada pemutakhiran DTKS. Ada dana desa miliaran. Tapi rumah nyaris roboh ini kasat mata malah nggak masuk radar. Aparat desa kerjanya ngapain?
Warga sudah muak. “Giliran mau pemilu, rumah gubuk pun diketok. Dicatat, difoto, dijanjikan surga. Giliran pemilu selesai, jangankan bantuan, nengok pun tidak. Jadi kami ini dianggep apa? Lumbung suara doang?” ujar warga desa pasir ampo Hasanudin
Ini bukan lalai. Ini pola. *Sensus penduduk rasa musiman.* Ada hajatan politik baru warga diingat. Kalau tidak, dibiarkan busuk dengan rumahnya.
Camat Kresek dan Dinsos Kabupaten Tangerang wajib buka mata. Audit total DTKS Desa Pasir Ampo sekarang. Bedah rumah Ibu Nursiti Sadiah hari ini juga. Jangan tunggu ada korban tertimpa atap baru sibuk pencitraan.
Pemdes Pasir ampo bungkam saat dikonfirmasi.
*Catat baik-baik:* Warga bukan ATM suara. Kalau sensus cuma muncul 5 tahun sekali, jangan salahkan rakyat kalau besok milih golput.
Sementara itu camat kresek hanya duduk di kantor menunggu kabar dari bawahan, seharusnya kalau kadesnya lupa sama warganya minimal camatnya yang turun langsung, imbuh Hasanudin warga desa pasir ampo
Redaksi